Peran Keluarga Menumbuhkan Anak Cerdas dalam Literasi Digital
Gambar Menulis dengan Laptop (Canva / @Negative Space)
Literasi digital menjadi pendidikan yang penting untuk diajarkan kepada anak-anak, sebagai pengendali anak-anak pada era digital saat ini. Peran keluarga sangat krusial dalam menumbuhkan anak cerdas digital.
Apa Itu Literasi Digital
Paul Gilster, didapuk sebagai bapak literasi digital karena mempopulerkan istilah literasi digital yang pertama kali. Dalam bukunya “Digital Literacy” (1997), mendefinisikan apa itu literasi digital.
Literasi digital merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dan disajikan melalui komputer. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber digital.
Literasi di sini, melibatkan serangkaian pembelajaran dan kemahiran. Menurut UNESCO, literasi digital merupakan kemampuan untuk menguasai komputer secara teknis, mengakses, memahami, mengidentifikasi, menginterpretasi, berkreasi, berkomunikasi, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital secara bijak, aman, dan etis.
Pentingnya Anak Memahami Literasi Digital
Memahami literasi digital bagi anak sangat penting. Pada era digital ini, orang tua dituntut untuk tidak hanya membesarkan anak akan tetapi juga membimbing anak cerdas digital.
Anak cerdas digital akan membantu mereka tumbuh secara positif. Cerdas digital bertujuan agar anak mampu menggunakan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Saat anak mampu menggunakan teknologi secara bijak maka mereka akan memiliki kesadaran diri untuk mengendalikan dirinya. Bisa membedakan informasi hoaks atau tidak, tidak terjebak kecanduan gawai, menjaga etika dan keamanan digital.
Anak cerdas digital membantu anak mengetahui hak dan kewajiban pengguna digital. Memahami moral dan etika digital terutama saat berhubungan di media sosial atau dunia maya, yang akan menghindarkan mereka dari kerusakan dan kejelekan.
Peran Keluarga sebagai Garda Terdepan Menumbuhkan Anak Cerdas Digital
Keluarga menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak. Peran keluarga
menjadi sekolah pertama dan utama dari seorang anak, yang mengajarkan etika, norma, dan kebaikan lainnya.
Keluarga menjadi penjaga nilai dan etika anak-anak. Keluarga menjadi pembentuk karakter dan kepribadian anak termasuk mengajarkan bijak bermedia.
Lalu, apa peran keluarga dalam menumbuhkan anak cerdas digital?
Orang tua menjadi teladan atau role model anak-anak
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang terdekat yang banyak berinteraksi dengannya, terutama orang tuanya. Dari tindakan orang tua yang baik dan buruk akan diadopsi anak dan dijadikan role model anak berperilaku sehingga orang tua wajib mengedukasi diri sendiri.
Mengawasi, membimbing, dan menjadi tempat berdiskusi anak-anak
Mengawasi anak di era digital ini sangat penting dilakukan oleh orang tua untuk melindungi anak-anaknya. Jangan abai terhadap perilaku anak-anak di dalam dan di luar rumah agar anak tidak terjatuh ke perilaku yang menyimpang.
Jangan biarkan anak berselancar sendiri di internet. Ajak anak untuk berdiskusi, bercerita, berpikir kritis dan berikan pemahaman yang benar terhadap konten yang dilihat dari internet.
Mengarahkan, menetapkan aturan, dan mendukung aktivitas anak yang positif.
Anak dalam masa perkembangannya membutuhkan arahan dari orang tua termasuk memberikan batasan mana yang boleh dan tidak untuk dilakukan. Memberikan aturan menumbuhkan sikap disiplin anak, seperti menggunakan ponsel harus diberikan batasan waktu. Dukung anak untuk beraktivitas positif di dunia nyata agar tidak hanya beraktivitas dengan ponsel saja.
Cara Menumbuhkan Anak Cerdas Digital
Cara menumbuhkan anak cerdas digital bisa dimulai sedini mungkin. Cerdas digital bermakna mampu dan paham dalam menggunakan teknologi digital secara bijak.
Teknologi digital memiliki banyak manfaat jika digunakan secara tepat. Di sinilah, letak pentingnya menumbuhkan anak cerdas digital.
Cara menumbuhkan anak cerdas digital bisa ditempuh dengan:
Mengajarkan etika dan norma digital
Memahami etika dan norma digital, harapan yang diinginkan adalah anak-anak akan memiliki kesopanan baik di ranah nyata maupun maya. Literasi digital akan membantu anak cerdas digital.
Kecerdasan digital berakar dari nilai-nilai moral yang universal sebagai sebuah kompetensi yang wajib dimiliki anak-anak. Anak cerdas digital akan memiliki ketahanan dalam menghadapi polemik digital, seperti disinformasi, ekstremisme, ujaran kebencian, dan berita hoaks.
Mereka akan memiliki pola pikir kritis saat berinteraksi dengan banyaknya informasi dan teknologi digital. Mereka menjadi lebih tangguh dan bijak menggunakan teknologi digital.
Bijak dan sopan menggunakan media digital
Media digital seperti platform media sosial banyak bertaburan di dunia digital. Internet menyajikan beragam platform untuk berinteraksi dan bersosialisasi secara digital.
Anak-anak dipahamkan bagaimana cara berinteraksi sosial yang bijak dan sopan. Tidak menggunakan kata-kata kasar, menghormati orang yang lebih tua, berpikir dulu sebelum mengomentari sesuatu di media sosial, dan berlatih menahan diri untuk tidak ikut-ikutan hal yang viral yang mengarah pada perilaku negatif.
Anak-anak perlu dipahamkan tentang keamanan digital. Di sinilah dibutuhkan literasi digital untuk menopang kebutuhan pengetahuan anak-anak terhadap problematika digital.
Menjadi contoh yang baik
Keluarga terutama orang tua akan menjadi contoh anak dalam berperilaku. Bagaimana orang tua berperilaku dalam kehidupan digitalnya.
Seperti apakah mudah menghakimi dengan memberikan komentar negatif di media sosial atau bisa menahan diri untuk tidak berkomentar negatif.
Menggunakan digital untuk menunjang pengembangan keterampilan
Melansir dari toffedev, yang termasuk dari digital skill atau keterampilan digital yaitu literasi digital, komunikasi digital, analisis data, desain grafis dan multimedia, pengembangan web dan aplikasi, pemasaran digital, keterampilan manajemen proyek, keamanan digital, serta mengakses dan mengelola informasi digital.
Peran keluarga dalam mengajarkan keterampilan digital disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Keterampilan berkomunikasi, menggunakan teknologi untuk belajar, berkreativitas, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.
Untuk mengembangkan kemampuan digital anak bisa dengan cara:
Belajar melalui platform edukasi digital seperti pembelajaran online, edukasi konten, dan perpustakaan digital.
Ikut pelatihan atau kursus online, seperti ikut seminar, webinar, dan kursus online bersertifikat.
Melakukan praktek dari pembelajaran digital, seperti membuat konten video, konten kreativitas lainnya misal menulis e-book atau membuat desain.
Berpartisipasi dalam komunitas online sesuai minat dan keterampilan digital.
Kesimpulan
Peran keluarga dalam menumbuhkan anak cerdas dalam literasi digital ini sangat penting untuk dilakukan. Orang tua perlu mengedukasi diri dahulu agar lebih memahami tentang literasi digital.
Komentar
Posting Komentar